Sabtu, 02 Mei 2015

teman?

Aku selalu takbisa mengerti apa keinginan hati ini, sangat mudah di goyahkan oleh hal2 semu
yang fana sudah terjatuh beberapa kalipun tetap saja tidak kapok untuk mengulanginya lagi
apakah diriku terlalu naif untuk mengakui bahwa sesungguhnya aku ini memang tolol? ?.
mudahnya seorang untuk menghasutku dengan topeng mereka dengan sebuah alasan klasik yaitu "teman",
 yah alasan sebagai teman atau apapun yang mudah meluluhkan hatiku memang mudah sekali meracuni otakku yang stengah kosong ini.
kini perlahan aku mulai tak percaya lagi dengan teman,sahabat ,dan sejenisnya bagiku itu taklebih dari sebuah kata pemanis ..
kini dalam situasi pelik dan jenuh dengan semua itu otakku mulai bekerja dengan kreatif mulai menggerakkan jari jemariku
untuk menuliskan kata demi kata memasukkan rima dan irama dalam setiap syair untuk membuat kejenuhan ku akan sebuah omongkosong itu menjadi lebih bermaknana
, kini setelah kata ,rima,irama berbaur menjadi satu, ku mulai membelai gitar tuaku kubawa dia ketempat dimana kesunyian,keindahan,dan kenyamanan saling mengikat
, taklain tempat itu adalah halaman depan rumahku.
 setelah semua kurasa sempurna kini ku mulai memainkannya dengan perlahan diIringi hembusan angin malam dan suara rintih daun bergesekan..

====..>>>>>
 jalan takberarah..
 fikiran yang sempit,
 semua berubah saat semua menjadi sok peduli.. "pergilah!!"
  semua menjadi sok melankolis
membisik kanan kiri..
suara suara sumbang menyesatkan.. "enyahlah!!"
  kutakbutuh kalian
  kutak butuh pahlawan kesiangan..
  biarkan dan berikan ku waktu tuk sendiri..
  tuk jadi diriku sendiri..
=saat semua perlahan menjauh
 anganku taklagi tercapai..
 setiap makluk mendekteku ..
 TOLONGLAH...........
 Kuhanya ingin jadi diriku sendiri..
 tak seperti kalian,kamu ,dia ,dan siapapun itu, hanya Aku Untuk diriku..
 



 kini kumerasa lebih lega.. hhhuuuuuuhhhaaahhh, sesaat, kupergi kekedai sebrang rumah kubeli kopi hitam untuk menemaniku saat itu, seraya ku mennunggu kopi yang
sedang dambillakan penjualnya, kumenatap jauh keatas awan ternyata takku sadari saat itu bulan dan ribuan bintang sedang bercengkrama ...langitpun terasa riuh,
aku ingat sebuah bintang yang slalu menjadi pedomanku yang tak pernah ku lupakan ,aku tak tau nama bintang itu apa . tp aku tau dimana letaknya saat dia muncul
bersama riuh bintang lainya. tanpa kusadari pengelihatanku soal bintang itu berkonotasi secara tidak langsuang dengan otakku yang sedang memikirkan arti teman..
yah.. seperti sebuah bintang itu.. "teman memang kadang datang kadang menghilang, namun  saat mereka menghilang kita slalu tau dimana harus mencarinya , dimana mereka,
jika kalian sedang meragukan teman kalian sekarang cobalah tanya kedalam hatimu appakah dengan cara seperti itu kalian pantas disebut teman??? " mungkin aku tolol ,
namun seorang yang meragukan temanya dan hnya mengingat keburukan seorang teman itu lebih dari sekedar tolol serta, lebih hina dari sampah. selalu ingat bedakan mana yang baik
dan buruk untukkmu beranikan diri berkata TIDAK!! pada teman ,karna sesungguhnya teman akan selalu mengerti.
tak sadar ternyata aku sudah melamun cukuplama  kopiku mulai dingin layaknya hati dan otakku, bergegas ku teguk dengan penuh gairah segera ingin aku pulang
melupakan semua ketololan di tempat tidur dan memejamkan mata yang mulai redup tak lupa ku berdoa untuk semua teman-temanku, bye,, good night.


_sanji bagus gumelar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar